you're reading...
CATS

Penyakit Kucing dan Pengobatannya Part IV


Periodontal : Penyakit Pinggiran Gigi Kucing

Penyakit Periodontal.
Periodontal berasal dari dua kata yunani yaitu Peri yang berarti pinggiran atau sekitar, dan dontal yang berarti gigi. Penyakit periodontal adalah gangguan pada gigi dan daerah sekitarnya yang biasanya disertai peradangan. Penyakit ini dapat mengganggu jaringan penahan yang terdapat di sekitar gigi, akibatnya gigi menjadi goyah dan mudah lepas.

Perkembangan penyakit periodontal.
Bakteri dan sisa-sisa makanan tertinggal dan menumpuk disekitar perbatasan gigi membentuk plak. Bila plak tidak segera dibersihkan, mineral dan senyawa yang berasal dari air liur akan bereaksi dan menyebabkan plak menempel lebih kuat ke pinggiran gigi dan membentuk tartar gigi dalam waktu 3-5 hari sejak plak terbentuk.

Tumpukan tartar dapat mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan pada gusi (gingivitis). Radang gusi terlihat dari gusi yang berwarna merah tua di daerah perbatasan dengan gigi. Tartar juga menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

Tartar berkembang membentuk Calculus/karang gigi, menumpuk di antara gigi dan gusi dan merangsang perkembangan bakteri di daerah tersebut. Selain menyebabkan radang gusi, bakteri bersama senyawa sisa-sisa bakteri dapat menyebabkan rusaknya gigi. Pada tahap ini kerusakan bersifat permanen dan biasanya gigi tidak dapat kembali normal seperti sedia kala. Keadaan ini disebut penyakit periodontal dan bila tidak segera diatasi dapat berlanjut menjadi rasa sakit, gigi longgar, abses dan infeksi yang menyebar ke seluruh badan. Lebih lanjut lagi, tulang rahang bisa berlubang-lubang dan rusak.

Tanda-tanda penyakit periodontal.
Dalam perkembangan penyakit, beberapa gejala seperti berikut bisa saja muncul :
Cairan/lelehan nanah disekitar gigi
Nafas berbau busuk berkepanjangan
Gusi yang mudah luka dan berdarah
Daerah sekitar mulut sakit atau sensitif bila di pegang
Mencakar-cakar daerah sekitar mulut
Gusi yang bengkak, berwarna merah atau bentuknya tidak normal
Gigi longgar atau lepas
Hilangnya nafsu makan
Gangguan pencernaan
Air liur menetes
Kesulitan mengunyah atau makan

Pengobatan.
Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi penyakit ini tergantung derajat keparahan penyakit.

Pada tahap awal, biasanya hanya diperlukan pembersihan karang gigi yang lazim disebut Scalling. Scalling gigi kucing diakukan dengan kucing dalam keadaan terbius total. Dianjurkan untuk melakukan scalling rutin 1-2 kali setiap tahunnya. kucing tua atau mengalami gangguan ginjal/hati sebaiknya tidak dibius karena berbahaya bagi kucing itu sendiri.

Pada tingkatan lebih parah, diperlukan tindakan operasi seperti cabut gigi atau membuang sebagian jaringan gusi yang sudah rusak parah (gingivectomy).

Pencegahan.
Apapun jenis makanan kucing, baik itu makanan basah/kalengan ataupun makanan kering, gigi kucing perlu dibersihkan minimal 2 kali dalam seminggu.

Scalling/pembersihan gigi rutin dapat dilakukan 1-2 kali dalam setahun. Dilakukan oleh dokter hewan dalam keadaan kucing terbius total.

Bagaimanapun juga sikat gigi rutin lebih baik untuk pencegahan daripada scalling yang membutuhkan biaya relatif lebih banyak.

Referensi : drh. Neno Waluyo S.

About berunjay

just common owner

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Creator

Visit our facebook,twitter and YM for service order post

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

%d bloggers like this: